Wajarkah Membawa Anak Berumur 6 Tahun Dibawa Ke Sarana Kesehatan Mental

Wajarkah Membawa Anak Berumur 6 Tahun Dibawa Ke Sarana Kesehatan Mental

Berita Terbaru – Seorang anak perempuan berumur 6 tahun di Florida, Amerika Serikat, dibawa ke sarana kesehatan mental tanpa ada kesepakatan orangtuanya sesudah disangka meluapkan kemarahan di sekolah. Info ini dikatakan dalam laporan kejadian Kantor Polisi Jacksonville. “Faksi berkuasa dipanggil ke sekolah minggu lantas sesudah anak ini, Nadia, mengakibatkan kerusakan beberapa barang punya sekolah, menyerang staf, terlepas kendali, serta lari dari sekolah,” catat info dalam laporan itu.

Wajarkah Membawa Anak Berumur 6 Tahun Dibawa Ke Sarana Kesehatan Mental

Pekerja sosial klinik di sekolah itu menjelaskan, Nadia ialah intimidasi baginya serta yang lain. Sesudah didapat aduan ini, Nadia dibawa ke River Poin Behavioral Health untuk lakukan pelajari psikiatrik sepanjang 48 jam dibawah ketentuan dalam Undang-Undang Baker yang berlaku di Florida. Mencuplik CNN, jika satu orang dipandang alami sakit mental, dia bisa dibawa untuk jalani kontrol tak perlu mendapatkan kesepakatan dari individu itu. Masalahnya individu yang alami sakit mental disebutkan bisa membuat intimidasi buat mereka sendiri atau orang lain.

Di antara Juli 2017 serta Juni 2018, ada 36.078 kontrol yang dikerjakan tanpa ada kuasa individu yang disangka menanggung derita penyakit mental, dibawah Undang-Undang Baker. Beberapa kasus itu datang dari individu-individu dibawah umur 18 tahun di Florida.

Urutan
Merilis NBC News, Nadia disangka sudah diberi obat anti-psikotik di pusat itu tanpa ada izin ibunya, Martina Falk. Menurut pengacara dari ibu Nadia, Reganel Reeves, perwakilan sekolah mengontak ibu Nadia sesudah mereka putuskan untuk memebawa anak itu ke sarana kesehatan mental. Reeves menjelaskan jika Nadia ialah anak berkebutuhan spesial yang mempunyai tantrum emosi di sekolah. “Ia sudah didiagnosis dengan attention deficit hyperactivity disorder, yang juga dikenal jadi ADHD, satu kelainan mood dan sedang dicheck bila dia alami tanda-tanda autis,” kata pengacara ibu Nadia seperti diambil CNN.

Dalam satu pengakuan, Sekolah Duval County menjelaskan, staf sekolah ikuti mekanisme waktu berlangsung masalah ini serta saat mereka memberi tahu orangtua Nadia. Ketetapan untuk membawanya dibawah kuasa Baker Act dibikin oleh profesional dari kesehatan mental yang dipekerjakan dengan Child Guidance, satu organisasi nirlaba perawatan kesehatan tingkah laku. “Saat tingkah laku siswa memperlihatkan bahaya pada siswa itu atau yang lain, mekanisme sekolah untuk menyebut Child Guidance,” kata faksi sekolah.

Hasil kontrol
Sekarang, ibu Nadia tengah minta jawaban dari faksi Love Grove Elementary School di Jacksonville untuk mengatasi kejadian yang berlangsung pada 4 Februari 2020 itu. Konselor yang mengecek Nadia, mendiagnosisnya dengan kelainan mood tidak hanya background ADHD yang dipunyai. Menurut pengacara ibu Nadia, belakangan ini, obat yang dikonsumsi olehnya beralih. Keadaan ini disebutkan kemungkinan jadi fakta masalah Nadia. Atas perilakunya itu, Nadia dipandang butuh dirawat sesuai Undang-Undang Kesehatan Mental Florida tahun 1971, yang biasa dikatakan sebagai Undang-Undang Baker.

Deputi Kantor Polisi Jacksonville dipanggil ke sekolah untuk temani serta bawa Nadia ke sarana kesehatan mental. Berdasar, potongan video dari camera yang dipasang di badan polisi memperlihatkan jika anak itu berjalan dengan tenang tinggalkan sekolah. Menurut faksi sekolah umum di daerah Duval, sekolah cuma minta pertolongan dari konselor dengan Child Guidance Center saat siswa memperlihatkan tingkah laku yang bisa beresiko buat dianya atau orang di sekelilingnya. Dia menjelaskan jika beberapa langkah sudah diikuti untuk coba serta turunkan kemelut kondisi sebelum konselor dipanggil serta orangtua siswa dipanggil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *