Ini Menurut Alvara Perihal Indeks Kepuasan Masyarakat Yang Menurun Di Pemerintah Jokowi Sekarang

Ini Menurut Alvara Perihal Indeks Kepuasan Masyarakat Yang Menurun Di Pemerintah Jokowi Sekarang

Berita Terbaru – Berdasar hasil Survey Alvara Research Center, kenikmatan publik pada kepemimpinan Joko Widodo ( Jokowi) pada periode ke-2 alami penurunan dalam periode waktu 100 hari semenjak pengukuhan Jokowi-Ma’ruf Amin. CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menjelaskan, dibanding kenikmatan publik pada survey era sebelumnya, untuk kali pertamanya semenjak 2018, tingkat kenikmatan publik pada pemerintahan Jokowi ada dibawah 70 %.

Ini Menurut Alvara Perihal Indeks Kepuasan Masyarakat Yang Menurun Di Pemerintah Jokowi Sekarang

Penurunanan tingkat kenikmatan publik itu jadi lampu kuning buat Jokowi. “Penurunan itu memperlihatkan harapan publik yang demikian tinggi belum dapat dipenuhi pemerintah dalam 100 hari pemerintahan yang baru, hingga jadi lampu kuning buat pemerintah untuk lebih meningkatkan kapasitasnya di beberapa bidang strategis,” kata Hasanuddin diambil dari launching yang diterima, Rabu (12/2/2020).

Hasil survey Alvara memperlihatkan, tingkat kenikmatan publik pada Januari 2020 sebesar 69,4 %. Jumlahnya itu lebih rendah dibanding tingkat kenikmatan publik periode pertama pemerintahan Jokowi pada Januari 2015 sebesar 77,2 %.

Dari survey itu, ada 7 faktor yang mempunyai kenikmatan paling tinggi pada Januari 2020, diantaranya transportasi publik sebesar 84,8 %, pendidikan 84,4 %, telekomunikasi serta internet 83 %. Selanjutnya, pembangunan infrastruktur 80,9 %, service lependudukan 78,5 %, kesehatan 77,6 %, serta kebebasan memiliki pendapat 74,7 %. “Meskipun angkanya alami penurunan dibanding akhir periode pertama, yakni Agustus 2019, dengan rangking berlangsung perkembangan pada 3 besar faktor kenikmatan paling tinggi di 100 hari awal periode ke-2,” sebut ia.

Faktor kenikmatan pada transportasi publik naik jadi rangking 1 dari mulanya 2 pada Agustus 2019, pendidikan naik ke rangking 2 dari 3, sedang telekomunikasi serta internet turun dari rangking 1 ke 3.

“Kesehatan, telekomunikasi serta internet, serta kebebasan memiliki pendapat ialah faktor yang alami penurunan paling besar jika dibandingkan tingkat kenikmatan pada faktor yang mempunyai kenikmatan paling tinggi pada pengukuran Agustus 2019,” katanya. Hasil dari survey, naiknya pungutan BPJS serta penetapan koneksi internet waktu lalu punya pengaruh pada penurunan tingkat kenikmatan publik.

Selain itu, tujuh faktor yang lain yang mempunyai tingkat kenikmatan publik paling rendah pada Januari 2020 diantaranya, penambahan ekonomi keluarga 64,7 %, penegakan hukum 63,6 %, kesejahteraan tenaga kerja 62,2 %, serta pembasmian korupsi 61,5 %. Selanjutnya, keringanan lapangan kerja 60,8 %, kestabilan harga bahan inti 56,2 %, serta pengentasan kemiskinan 51,9 %.

“Dari faktor dengan tingkat kenikmatan publik yang terendah Januari 2020 ini, pembasmian korupsi, penegakan hukum, serta pengentasan kemiskinan adalah faktor yang alami penurunan lumayan besar dibanding Agustus 2019,” katanya.

Dia memberikan contoh faktor pembasmian korupsi. Berdasar survey itu, masalah koreksi UU KPK, cuma didapati 46,8 % responden serta sejumlah besar atau 61,3 % menjawab tidak sepakat atas koreksi itu. Koreksi UU KPK jadi salah satunya pemicu merosotnya kenikmatan publik pada pembasmian korupsi pada 100 hari periode ke-2 pemerintahan Jokowi. “Hingga Jokowi butuh lakukan langkah strategis menguatkan keberadaan KPK supaya usaha pembasmian korupsi tidak semakin terjerumus di mata publik,” sebut ia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *