Ini Dia Hasil Akhir Dari Masalah Penunjukan PLT Dirjen Bimbingan Masyarakat katolik

Ini Dia Hasil Akhir Dari Masalah Penunjukan PLT Dirjen Bimbingan Masyarakat katolik

Berita Terbaru – Jabatan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik di Kementerian Agama sempat membuat geger publik. Masalahnya jabatan itu sebaiknya diisi oleh eselon I beragama Katolik tapi malah diisi Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis yang beragama Isla Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi memberikan keterangan berkaitan fakta pengangkatan Nur Kholis jadi Plt Dirjen Bimas Katolik. Menurut Zainut, Nur Cholis hanya petinggi sesaat sebab petinggi awalnya, yakni Eusabius Binsasi, pensiun semenjak Juli 2019.

Jabatan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik di Kementerian Agama sempat membuat geger publik. Masalahnya jabatan itu sebaiknya diisi oleh eselon I beragama Katolik tapi malah diisi Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis yang beragama Isla Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi memberikan keterangan berkaitan fakta pengangkatan Nur Kholis jadi Plt Dirjen Bimas Katolik. Menurut Zainut, Nur Cholis hanya petinggi sesaat sebab petinggi awalnya, yakni Eusabius Binsasi, pensiun semenjak Juli 2019. "Untuk sesaat Dirjen Bimas Katolik yang awalnya dijabat Eusabius Binsasi sebab masuk umur pensiun semenjak bulan Juli 2019 lantas, karena itu supaya tidak berlangsung kekosongan, diangkat petinggi Pelaksana Pekerjaan Sekjen Prof Dr Nur Kholis Setiawan sampai ada petinggi yang baru dengan definitif," kata Zainut, Senin (10/2/2020). Dia menjelaskan, pemilihan Nur Kholis jadi Plt Dirjen Bimas Katolik mengacu pada Surat Edaran (SE) Kepala Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SE/VII 2019. Menurutnya, berdasar ketetapannya, Plt dalam jabatan pimpinan tinggi, administrator, serta jabatan pengawas cuma bisa diisi petinggi satu tingkat atau satu tingkat tambah tinggi. Selain itu, lanjut Zainut, cuma ada seseorang petinggi eselon I di lingkungan Bimas Katolik. "Petinggi eselon I di lingkungan Bimas Katolik itu cuma ada satu. Sesaat selebihnya ialah eselon II serta III, jadi mustahil Plt diambil dari lingkungan Ditjen Binmas Katolik," sebut Zainut. Zainut memperjelas, peranan Plt cuma berbentuk administratif. Plt jangan ambil kebijaksanaan strategis. Jabatan itu paling lama diemban sepanjang tiga bulan serta bisa diperpanjang untuk tiga bulan setelah itu. "Ketetapan lain dari surat edaran itu ialah petinggi pemerintahan yang mendapatkan kuasa lewat amanat tidak berkuasa memutuskan serta/atau aksi yang berbentuk strategis yang berefek pada perkembangan status hukum pada faktor organisasi kepegawaian serta alokasi budget," katanya. Akui khilaf Sebab memetik pro-kontra, Nur Kholis pada akhirnya mohon maaf atas penentuan Plt Dirjen Bimas Katolik yang tidak datang dari agama berkaitan. "Saya minta maaf atas semua kekhilafan itu," kata Nuh Kholis dalam info tertulisnya, Selasa (11/2/2020). Nur Kholis akui kurang jeli waktu membaca surat edaran Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019 mengenai Wewenang Pelaksana Harian serta Pelaksana Pekerjaan dalam Faktor Kepegawaian, yang memperkenankan petinggi Eselon II jadi Plt Petinggi Eselon I. Ia masih terpaku pada alasan administrasi keuangan mengenai tidak dimungkinkannya rangkap jabatan di antara kuasa pemakai budget, petinggi pembuat loyalitas, serta petinggi penandatangan surat perintah bayar. Hal tersebut membuat memberi pendapat yang kurang pas pada Menteri Agama berkaitan pemilihan Plt Dirjen. Tunjuk pelaksana pekerjaan alternatif Dia menjelaskan Kementerian Agama selekasnya pilih Plt baru mengacu pada surat edaran Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019. "Selasa, 11 Februari 2020, selekasnya ada surat perintah baru untuk Plt Dirjen Bimas Katolik serta Plt Irjen dari internal unit kerja," katanya. Menteri Agama Fachrul Razi juga pada akhirnya menunjuk Aloma Sarumaha jadi Plt Direktur Jenderal Tuntunan Warga Katolik Kementerian Agama. Aloma yang awalnya memegang Sekretaris Direktorat Jenderal Tuntunan Warga Katolik itu gantikan Nur Kholis Setiawan yang merangkap jabatan jadi Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. "Surat perintah telah di tandatangani oleh Menag. Per ini hari, Plt Dirjen Bimas Katolik ialah Aloma Sarumaha," lanjut Nur Kholis. Dengan begitu, jabatan Nur Kholis sekarang hanya Sekretaris Jenderal Kementerian Agama saja. Surat penunjukkan Aloma Sarumaha sendiri di tandatangani Menag Fachrul pada Selasa (11/2/2020) tempo hari.

“Untuk sesaat Dirjen Bimas Katolik yang awalnya dijabat Eusabius Binsasi sebab masuk umur pensiun semenjak bulan Juli 2019 lantas, karena itu supaya tidak berlangsung kekosongan, diangkat petinggi Pelaksana Pekerjaan Sekjen Prof Dr Nur Kholis Setiawan sampai ada petinggi yang baru dengan definitif,” kata Zainut, Senin (10/2/2020). Dia menjelaskan, pemilihan Nur Kholis jadi Plt Dirjen Bimas Katolik mengacu pada Surat Edaran (SE) Kepala Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SE/VII 2019. Menurutnya, berdasar ketetapannya, Plt dalam jabatan pimpinan tinggi, administrator, serta jabatan pengawas cuma bisa diisi petinggi satu tingkat atau satu tingkat tambah tinggi.

Selain itu, lanjut Zainut, cuma ada seseorang petinggi eselon I di lingkungan Bimas Katolik. “Petinggi eselon I di lingkungan Bimas Katolik itu cuma ada satu. Sesaat selebihnya ialah eselon II serta III, jadi mustahil Plt diambil dari lingkungan Ditjen Binmas Katolik,” sebut Zainut.

Zainut memperjelas, peranan Plt cuma berbentuk administratif. Plt jangan ambil kebijaksanaan strategis. Jabatan itu paling lama diemban sepanjang tiga bulan serta bisa diperpanjang untuk tiga bulan setelah itu. “Ketetapan lain dari surat edaran itu ialah petinggi pemerintahan yang mendapatkan kuasa lewat amanat tidak berkuasa memutuskan serta/atau aksi yang berbentuk strategis yang berefek pada perkembangan status hukum pada faktor organisasi kepegawaian serta alokasi budget,” katanya.

Akui khilaf
Sebab memetik pro-kontra, Nur Kholis pada akhirnya mohon maaf atas penentuan Plt Dirjen Bimas Katolik yang tidak datang dari agama berkaitan. “Saya minta maaf atas semua kekhilafan itu,” kata Nuh Kholis dalam info tertulisnya, Selasa (11/2/2020).

Nur Kholis akui kurang jeli waktu membaca surat edaran Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019 mengenai Wewenang Pelaksana Harian serta Pelaksana Pekerjaan dalam Faktor Kepegawaian, yang memperkenankan petinggi Eselon II jadi Plt Petinggi Eselon I.

Ia masih terpaku pada alasan administrasi keuangan mengenai tidak dimungkinkannya rangkap jabatan di antara kuasa pemakai budget, petinggi pembuat loyalitas, serta petinggi penandatangan surat perintah bayar. Hal tersebut membuat memberi pendapat yang kurang pas pada Menteri Agama berkaitan pemilihan Plt Dirjen.

Tunjuk pelaksana pekerjaan alternatif Dia menjelaskan
Kementerian Agama selekasnya pilih Plt baru mengacu pada surat edaran Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019. “Selasa, 11 Februari 2020, selekasnya ada surat perintah baru untuk Plt Dirjen Bimas Katolik serta Plt Irjen dari internal unit kerja,” katanya.

Menteri Agama Fachrul Razi juga pada akhirnya menunjuk Aloma Sarumaha jadi Plt Direktur Jenderal Tuntunan Warga Katolik Kementerian Agama. Aloma yang awalnya memegang Sekretaris Direktorat Jenderal Tuntunan Warga Katolik itu gantikan Nur Kholis Setiawan yang merangkap jabatan jadi Sekretaris Jenderal Kementerian Agama.

“Surat perintah telah di tandatangani oleh Menag. Per ini hari, Plt Dirjen Bimas Katolik ialah Aloma Sarumaha,” lanjut Nur Kholis. Dengan begitu, jabatan Nur Kholis sekarang hanya Sekretaris Jenderal Kementerian Agama saja. Surat penunjukkan Aloma Sarumaha sendiri di tandatangani Menag Fachrul pada Selasa (11/2/2020) tempo hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *