Nasib Berakhir Naas Saat Memamerkan Ular Weling

Nasib Berakhir Naas Saat Memamerkan Ular Weling

Berita Terbaru – Seorang anak berumur 11 tahun dari Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Adi Ramdani, meninggal sebab digigit ular tangkapannya. Sebelum wafat, Adi memangkap ular itu serta memamerkannya ke rekan-rekan di sekolahnya. Saat memperlihatkan itu, ia digigit oleh ular weling itu. Adi sempat pulang ke tempat tinggalnya, tapi selanjutnya diketemukan ibunya telah dalam kondisi menggaruk lantai serta mulut berbusa.

Nasib Berakhir Naas Saat Memamerkan Ular Weling

Jangan sampai sentuh ular
Insiden nahas ini memperingatkan kita akan masalah satpam di Gading Serpong yang meninggal sebab digigit ular weling. Saat itu, periset reptil serta amfibi dari Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia, Amir Hamidy, memperjelas jika ular weling yang disebut satu dari tiga tipe marga Bungarus di Indonesia memang berbisa tinggi sekali.

Dapat ular weling, welang serta weling kepala merah mempunyai ciri-ciri neurotoxin atau menyerang saraf serta hentikan kerja saraf pernafasan. Itu penyebabnya, penting buat kebanyakan orang untuk mengaplikasikan keamanan diri waktu lihat ular, ditambah lagi ular berwarna menonjol seperti weling.

Jika berjumpa, upayakan tidak untuk sentuh ular benar-benar. Amir menjelaskan, biarlah ular itu diusir saja. Toh jika diusir dengan alat simpel juga pergi. Tidak butuh diamankan. Bila memang seharusnya tangkap, contohnya untuk keperluan analisa, pakai grab stick atau hook stick supaya Anda tidak menyentuhnya dengan tangan.

Perlakuan pertama gigitan ular Tetapi, bagaimana jika Anda terlanjur digigit oleh ular yang didapati berbisa? Banyak warga menduga jika dapat ular dapat diatasi dengan mengikat wilayah di seputar gigitan ular, atau keluarkan darah dengan irisan atau isapan. Menurut Ahli toksikologi serta dapat ular DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM, beberapa tindakan di atas salah besar.

Mengikat wilayah yang digigit ular tidak hentikan penebaran dapat serta justru dapat menyebabkan pembekuan darah sampai amputasi. Langkah yang benar ialah membuat sisi yang terserang gigitan tidak bergerak, contohnya dengan dihimpit memakai kayu, bambu atau kardus seperti orang patah tulang. Sesudah sisi yang digigit betul-betul telah diimobilisasi, korban gigitan ular dapat dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perlakuan kelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *