Ketua KPU Mengharapkan Untuk Secepatnnya Bisa Temukan Gantinnya Wahyu Setiawan

Ketua KPU Mengharapkan Untuk Secepatnnya Bisa Temukan Gantinnya Wahyu Setiawan

Berita Terbaru – Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman menjelaskan, faksinya mengharap proses pergantian urutan Wahyu Setiawan jadi komisioner periode 2017-2022 dapat dikerjakan secepat-cepatnya. Tetapi, Arief mengharap proses itu dikerjakan sesudah semua kriteria pergantian telah tercukupi.

Ketua KPU Mengharapkan Untuk Secepatnnya Bisa Temukan Gantinnya Wahyu Setiawan

“Jika telah penuhi semua ketentuan untuk di ubah ya saya mengharap secepat-cepatnya. Kan harus dipelajari dahulu suratnya mana, telah bener apa tidak. Kan harus lewat proses klarifikasi,” tutur Arief di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). Menurut Arief, sesudah Wahyu Setiawan mengundurkan diri, sekarang cuma sisa enam orang komisioner KPU.

Tetapi, jumlahnya itu dikatakannya sudah penuhi kuorum. Dengan jumlahnya enam orang komisioner, Arief memperjelas kapasitas KPU tidak terusik. “Tapi pasti jumlahnya yang komplet kan lebih baik. Karena itu jika semua kriteria tercukupi pasti kami mengharap dapat dikerjakan proses pergantian. Tetapi kalau semua kriteria barusan sudah tercukupi ya, ” lebih Arief.

Awalnya, Komisioner KPU, Viryan Azis, menjelaskan faksinya siap mengemukakan info tentang pengunduran diri Wahyu Setiawan pada Presiden Joko Widodo. “Kita siap jika disuruh keterangan berkaitan dengan hal itu (pengunduran diri Wahyu). Kami benar-benar siap serta kita menanti (tanggapan Presiden). Tetapi dengan formal kami telah mengemukakan surat (pada Presiden),” tutur Viryan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Dalam surat itu, lanjut ia, KPU mengatakan Wahyu Setiawan sebagai terduga suap penentuan anggota DPR 2019-2024 itu sudah mengundurkan diri dengan sah jadi pelaksana pemilu. Setalah KPU menyerahkan surat, kata Viryan, akan ada surat ketetapan (SK) penghentian Wahyu Setiawan dari Presiden. Selanjutnya, ada SK pengangkatan individu sebagai alternatif Wahyu jadi komisioner KPU periode 2017-2022.

Proses ini menurut Viryan adalah perubahan antarwaktu (PAW) anggota KPU. “Langsung akan ada proses PAW tanpa ada proses seleksi . Automatis hasil seleksi rangking setelah itu (seleksi calon anggota KPU pada 2017), yaitu yang mendapatkan nilai di posisi ke-8 yang akan gantikan Pak Wahyu Setiawan,” jelas Viryan.

Viryan menjelaskan hasil seleksi calon anggota KPU rangking ke-8 digenggam oleh I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Berdasar data KPU, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mendapatkan nilai 21 point dalam uji kepatutan serta kelayakan calon anggota KPU periode 2017-2022.

I Dewa tempati posisi ke-8 dalam hasil seleksi, atau sesudah Pramono Ubaid Tanthowi (55 point), Wahyu Setiawan (55 point), Ilham Saputra (54 point), Hasyim Asy’ari (54 point), Viryan (52 point), Evi Novida Ginting Manik (48 point), serta Arief Budiman (30 point). Viryan meneruskan, faksinya sendiri sampai sekarang belum mengontak I Dewa.

Karena hal itu jadi pekerjaan dari Sekretariat Kepresidenan. “Itu domainnya berada di instansi kepresidenan. Kelak ada SK langsung penghentian (Wahyu Setiawan) serta SK pengangkatan (I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi),” lebih Viryan.

Wahyu Setiawan jadikan terduga oleh KPK sebab disangka terima suap sesudah janji untuk memutuskan calon legislatif PDI-P Harun Masiku jadi anggota DPR dipilih lewat proses perubahan antarwaktu. KPK mengatakan, Wahyu sudah terima uang sejumlah Rp 600 juta dari Harun serta sumber dana yang lain yang belum didapati identitasnya. Sedang, Wahyu disebutkan minta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan kemauan Harun.

KPK memutuskan keseluruhan empat terduga dalam masalah suap yang menyeret komisioner KPU Wahyu Setiawan. Tidak hanya Wahyu, KPK memutuskan bekas anggota Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang orang keyakinan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina. Lantas, politikus PDI-P Harun Masiku, serta faksi swasta namanya Saeful. Dua nama paling akhir disebutkan Lili jadi pemberi suap. Sesaat Wahyu serta Agustiani disangka jadi penerima suap.

Wahyu, Agustiani, serta Saeful telah ditahan KPK sesudah terjaring melalui operasi tangkap tangan pada Rabu (8/1/2020) kemarin. Sedang, kehadiran Harun belum juga didapati. Sesudah jadi terduga, Wahyu Setiawan sah mengundurkan diri jadi komisioner KPU periode 2017-2022.

Pengunduran diri ini dikatakan Wahyu dalam surat tertanggal 10 Januari 2020. Dalam suratnya, Wahyu mengatakan dengan penuh kesadaran diri tanpa ada desakan mengundurkan diri jadi anggota KPU waktu jabatan 2017-2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *