KAS Akui Sudah Dapat Izin Dari PBB

KAS Akui Sudah Dapat Izin Dari PBB

Berita Terbaru – Kegiatan Keraton Agung Sejagat ( KAS) yang sempat menggelisahkan warga dipandang tidak punya izin. Tetapi barisan itu mengeklaim sudah kantongi izin dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu dikemukakan oleh Kabag Humas serta Protokol Pemkab Purworejo Rita Purnama. Rita menjelaskan, sampai sekarang faksi KAS belum bisa tunjukkan bukti perizinan internasional seperti yang mereka ucap.

KAS Akui Sudah Dapat Izin Dari PBB

“Ngantongi izinnya dari dunia atau PBB serta itu yang bawa sinuwunnya serta belum ditunjukkkan sampai sekarang,” tuturnya. Rita menjelaskan, KAS diindikasikan lakukan penipuan. Karena riwayat yang mereka tuturkan tidak sesuai fakta. “Banyak yang tidak sesuai riwayat yang ada sebab dalam rapat terbatas barusan kita mengundang sejarawan dari Purworejo,” papar ia.

Faktor otoritas

Sesaat di Semarang, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, team diturunkan untuk kumpulkan data, khususnya tentang faktor otoritas KAS. Team terbagi dalam barisan intelijen serta reserse kriminil biasa. “Negara kita ialah negara hukum. Pertama kali kita akan pelajari faktor otoritas,” kata Ryco. Kapolda minta, team mempelajari tentang faktor sosial serta kultur atau berkaitan riwayat. “Kami ingin tahu motif apa dibalik deklarasi keraton itu,” tutur Rycko.

Diamankan serta digeledah

Selasa (14/1/2020) sore, Polres Purworejo tangkap Raja Keraton Agung Sejagat Sinuhun Totok Santosa (42) serta istrinya Fanni Aminadia (41). Mereka diamankan waktu diperjalanan ke arah Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupten Purworejo, Jawa Tengah. Dandim 07/08 Purworejo Letkol Muchlis Gasim membetulkan momen penangkapan itu. “Memang benar raja serta istri Keraton Agung Sejagat telah ditangkap di Polres,” tutur Gasim seperti dikutip dari Tribun Jateng. Sekarang keduanya dibawa ke Mapolres Purworejo untuk diminta info.

Tidak lama sesudah penangkapan, polisi memeriksa tempat tempat berkumpulnya KAS di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Polisi mengambil alih beberapa dokumen yang disangka formulir rekrutmen anggota Keraton Agung Sejagat. “Sangkaan sesaat aktor lakukan tindakan melanggar Klausal 14 UU RI No1 Tahun 1946 mengenai ketentuan hukum pidana berkaitan penipuan,” jelas Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana Sutisna. Mereka terancam hukuman optimal 10 tahun penjara.

450 penganut

Kegiatan KAS sempat menggelisahkan warga ditempat. Tidak cuma akui jadi raja serta ratu, mereka mengadakan beberapa acara seperti wilujengan serta kirab budaya pada Jumat (10/1/2020) sampai Minggu (12/1/2020). Menurut info, KAS punya 450 orang penganut. KAS yang diklaim adalah kerajaan itu di pimpin oleh seorang raja berjulukan Sinuhun serta namanya asli Totok Santosa Hadiningrat. Raja punya seorang ratu berjulukan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja. Kegiatan KAS dipandang menyelimpang serta memetik kecemasan ditengah-tengah warga. Akan tetapi, penasihat KAS Resi Joyodiningrat memperjelas Keraton Agung Sejagat bukan saluran sesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *