Bersatunnya PPP Akhirnnya Menemui Titik Temu

Bersatunnya PPP Akhirnnya Menemui Titik Temu

Berita Terbaru – Partai Persatuan Pembangunan yang terpecah semenjak 2014 lalu jadi PPP versus Muktamar Jakarta serta PPP versus Muktamar Pondok Gede sekarang tunjukkan pertanda akan menyatu kembali. Ketua Biasa PPP versus Muktamar Jakarta Humphrey Djemat menjelaskan, dia telah punyai persamaan visi dengan Plt Ketua Umun PPP Suharso Monoarfa untuk menjadikan satu PPP kembali. Menurutnya, penggabungan PPP kembali akan direalisasikan melalui proses muktamar bersama dengan yang akan diikuti kedua pihak.

Bersatunnya PPP Akhirnnya Menemui Titik Temu

“Saya jadi Ketua Biasa PPP serta Pak Suharso itu telah bersatu, tinggal kita mengendalikan triknya saja prosesnya seperti apa hingga ini menjasi muktamar yang benar kembali pada khitahnya PPP,” kata Humphrey selesai buka Mukernas ke-V PPP versus Muktamar Jakarta di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019).

Mukernas PPP versus Muktamar Jakarta di akhir minggu tempo hari, kata Humphrey, adalah mukernas yang strategis dalam penggabungan kembali partai berlambang kabah itu sebab untuk kali pertamanya islah PPP diulas dalam mukernas. Menurut Humphrey, tema sama dijadikan mukernas PPP versus Muktamar Pondok Gede minggu kedepan.

“Kemudian saya pikir dua ketua biasa punyai amanat hasil dari mukernas yang sudah dikerjakan semasing ini untuk berjumpa serta merangkum sesuai arah muktamar bersama dengan yang bermartabat serta sama dengan,” kata Humphrey. Humphrey menjelaskan, muktamar bersama dengan akan diadakan paling lamban pada April 2020 akan datang.

Karena, PPP harus kembali bersatu sebelum proses Pemilihan kepala daerah 2020. “Sebelum April Insya Allah kita harap telah ada muktamar bersama dengan yang mempersatukan PPP hingga kita telah siap hadapi pemilihan kepala daerah kelak bulan September tahun 2020,” kata Humphrey.

Ajakan menyatu dari Suharso Beberapa waktu lalu, Suharso sudah mengatakan kemauan supaya ke-2 barisan kembali bersatu. Dia memandang dengan kelembagaan tidak ada dua PPP.

“Saya katakan jika dengan legal resmi saya itu telah usai, tidak ada dua PPP itu tidak ada. Jika dengan kultural ada yang merasakan belum masuk, saya katakan dalam kondisi ini, mari kita gabung,” kata Suharso di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Hotel Seruni, Bogor, Rabu (20/3/2019) kemarin.

Suharso lalu menyentuh hubungan dengan Ketua umum PPP awalnya versus Muktamar Jakarta, Djan Faridz. Buat Suharso, Djan adalah temannya. “Jadi kawan, saya ketahui ia di samping sana, saya katakan kita sedang hadapi prahara ini. Kembali lah ke rumah besar. Saya ajak mereka untuk kembali pada tempat tinggalnya,” katanya.

Saat itu, Humphrey mengharap pengakuan Suharso bukan sekedar manis di bibir. Humphrey minta keseriusan tim Suharso untuk menjadikan satu kembali PPP. “Tujuan saya ini jangan lip service saja. Jangan cuma manis di mulut tapi betul-betul diterapkan. Jangan cuma kulitnya saja,” tutur Humphrey pada wartawan, Kamis (21/3/2019).

Menurut Humphrey, PPP baru dapat menyatu bila islah dikerjakan dengan serius. Berarti inspirasi ke-2 tim harus difasilitasi. Humphrey menjelaskan konflik tentang dualisme kepengurusan ini telah berjalan berlama-lama. Ia meyakini mengakhirinya tidak segampang membalikan telapak tangan.

Bila ada usaha untuk islah, format partai harus disetujui kedua pihak. Diluar itu, tidak bisa ada interferensi dari penguasa. Dengan demikian harapannya permasalahan ini dapat betul-betul usai dalam periode panjang. Bagaimana juga, pengakuan Suharso ialah awal yang baik dari gagasan menjadikan satu kembali PPP. Humphrey menunggu langkah riil Suharso untuk wujudkan itu.

Ia siap berjumpa Suharso untuk mengawali langkah islah itu. “Ini kan baru pada media, sampai sekarang belumlah ada utusan ke saya karena itu atau juga bisa kelak Pak Suharso ditata untuk bertemu saya, face to face langsung. Saya bersedia dimanapun, setiap saat untuk berjumpa Pak Suharso,” kata Humphrey.

Makin jelas Seiring berjalannya waktu, gagasan penggabungan kembali PPP nampaknya makin jelas. Humphrey akui telah berjumpa dengan Suharso untuk mengulas penggabungan itu. Serta, keduanya telah bertamu ke bekas Ketua Biasa PPP Hamzah Haz untuk minta restu berkaitan penggabungan kembali PPP.

“Beliau katakan, jika dua ketua biasa telah ada, dengan bersama ini bermakna telah usai permasalahan PPP dalam makna tujuannya. Tetapi pasti harus dibahas di mukernas semasing,” kata Humphrey. Humphrey memperjelas, penggabungan kembali PPP adalah ketentuan mutlak supaya PPP bisa kembali jadi partai besar.

Didapati, sekarang PPP adalah partai paling kecil di parlemen dengan jumlahnya bangku sekitar 19 bangku. “Penggabungan ini satu hal mutlak yang perlu dikerjakan, sebab jika tidak PPP pada 2024 dapat hilang,” tutur Humphrey di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *