Apakah Anda Termasuk Orang Yang Setelah Meminum BOBA Rasakan MUal ? Mungkin Anda Alami Ini

Apakah Anda Termasuk Orang Yang Setelah Meminum BOBA Rasakan MUal ? Mungkin Anda Alami Ini

Berita Terbaru – Minuman modern seperti boba tea yang seringkali dikreasikan dengan fresh milk jadi incaran beberapa orang untuk bisa di nikmati. Rasa susu yang digabungkan dengan boba tea meningkatkan cita rasa terhebat buat pencinta boba. Tetapi sudah pernahkah Anda merasakan benar-benar kembung setelah meminum minuman seperti itu ?

Apakah Anda Termasuk Orang Yang Setelah Meminum BOBA Rasakan MUal Mungkin Anda Alami Ini

Sebagian orang alami kembung hebat serta kentut sesudah minum milk tea yang enak. Keadaan ini dikatakan sebagai intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa ialah masalah pencernaan yang dikarenakan oleh ketakmampuan badan menerina laktosa, terutamanya dalam produk olahan susu seperti milk tea.

Menurut spesialis penyakit dalam Dr. Sean Chung, potensi untuk mengolah laktosa atau gula yang diketemukan dalam susu hewani, ialah keadaan yang dipunyai hampir tiap orang. Beberapa memang akan alami penurunan mencolok tetapi banyak pula yang bertahan sampai dewasa

“Sebagian dari kita akan alami penurunan mencolok dalam jumlahnya enzim ini, biasanya seputar umur lima tahun. Pengurangan ini diketahui jadi non-persistensi laktase. Bila laktosa tidak menyusut untuk penyerapan, dia masih ada di usus, menarik air dari semua badan serta diubah oleh bakteri usus kita jadi hal yang tidak menyenangkan, terhitung banyak gas hydrogen,” kata dokter California, diambil dari Next Shark, Senin (2/12/2019).

Keadaan ini yang sering mengakibatkan perut kembung sesudah minum susu. Awalannya, manusia memang mempunyai laktosa intoleran, tetapi semakin mengembangnya industri pertanian membuat beberapa orang mulai cari sumber laktosa tidak hanya ASI.

Diambil dari World of Buzz, orang Asia lebih rawan alami intoleransi laktosa dibanding orang Eropa. Ini karena warga Barat yang mendapatkan sedikit cahaya matahari butuh konsumsi makin banyak susu untuk memperoleh kalsium sebab mereka kekurangan vitamin D. Bukti ini menerangkan jika orang non-Asia lebih gampang mengolah produk olahan susu dibandingkan orang Asia seperti Indonesia.

Dari pemetaan dapat disaksikan jika negara yang lebih dekat ke garis khatulistiwa mempunyai prevalensi intoleransi laktosa tambah tinggi. Berdasar data, cuma 5 % orang dewasa Eropa utara yang alami intoleransi laktosa, sesaat lebih dari 90 % dirasakan oleh warga Asia.

Walau olahan susu bisa beresiko intoleransi laktosa pada warga Indonesia, tetapi masih ada alternative lain untuk masih nikmati olahan susu. Seperti keju serta yougurt yang mempunyai kandungan laktosa lebih rendah dibandingkan susu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *