Inilah Misi Tidak Realistis Jose Mourinho Di Kursi Kepelatihan Tottenham Hotspur

Inilah Misi Tidak Realistis Jose Mourinho Di Kursi Kepelatihan Tottenham Hotspur

Berita Terbaru – Selesai dipilih jadi pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho harus hadapi misi tidak realistis yaitu mendapatkan ticket ke Liga Champions. Tottenham Hotspur sah menunjuk serta Jose Mourinho jadi pelatih dengan waktu kontrak sampai akhir musim 2022-2023.

Inilah Misi Tidak Realistis Jose Mourinho Di Kursi Kepelatihan Tottenham Hotspur

Peresmian Jose Mourinho jadi nakhoda baru Tottenham dipublikasikan pada Rabu (20/11/2019) atau beberapa saat sesudah Pochettino dikeluarkan. Jose Mourinho diinginkan dapat mengubah perolehan hasil Tottenham Hotspur musim ini, khususnya di persaingan domestik.

Walau masih cukup di Liga Champions dengan ada di tempat ke-2 klassemen Group B, Tottenham Hotspur telah tersisih di set ke-3 Piala Liga serta bonyok di Premier League.

Di Liga Inggris, Spurs tersuruk di tempat ke-14 klassemen dengan cuma mendapatkan 14 point dari peluang optimal 36 dalam 12 pertandingan pertama. Tottenham Hotspur tetap maju ke Liga Champions dengan finish di 4 besar klassemen Premier League semenjak 2015-2016. Namun, streak itu saat ini benar-benar terancam terputus lihat perolehan Tottenham selama ini.

Seperti diambil wartawan dari Opta, tidak pernah ada team yang dapat finish di 4 besar klassemen Premier League bila pencapaian pointnya sesudah 12 pertandingan pertama seburuk Spurs. Berarti Jose Mourinho mengemban misi tidak realistis bawa Tottenham Hotspur jadi team pertama yang dapat maju ke Liga Champions sesudah alami start yang demikian buruk di Liga Inggris.

Di masa Premier League semenjak divisi penting Liga Inggris diikuti 20 team pada musim 1995-1996, rata-rata point yang diperlukan untuk finish di 4 besar ialah 69 point. Sebab Tottenham Hotspur baru mengumpulkan 14 point waktu dilatih Mauricio Pochettino, Mourinho harus dapat bawa The Lilywhites mendapatkan minimum 55 point.

Persaingan Liga Inggris musim ini masih tersisa 26 laga sampai 17 Mei 2020. Dalam periode itu, 55 point yang diperlukan Tottenham Hotspur dapat didapat dengan mendapatkan minimum 15 kemenangan, 10 hasil seri, serta sekali kalah.

Makin banyak jumlahnya kemenangan yang didapat Mourinho, makin banyak juga toleransi hasil seri atau kekalahan yang dapat didapat Spurs. Berarti pencapaian 55 point dalam 26 partai bermakna rata-rata 2,11 point per laga.

Menurut Transfermarkt, Mourinho pernah sampai rata-rata perolehan point per partai yang tambah tinggi dari 2,11. Tapi, itu berlangsung waktu ia mengatasi FC Porto (2,17), Chelsea (2,23), Inter Milan (2,12), serta Real Madrid (2,30). Tetapi saat masuk dengan dua timnya paling akhir yaitu waktu kembali pada Chelsea serta masuk bersama dengan Manchester United, rataan point Mou tidaklah sampai 2,11 per laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *