Inilah Pengakuaan Eni Saragih Perihal Pertanyaan Dari KPK

Inilah Pengakuaan Eni Saragih Perihal Pertanyaan Dari KPK

Berita Terbaru – Nama Eni Maulani Saragih akhir akhir ini memang mendapat sorotan. Apalagi ketika nama beliau dikaitkaikan dengan KPK. Baru baru ini Eni Maulani Saragih Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR akui diberi pertanyaan beberapa hal yang pernah ditanyakan saat dicheck oleh penyidik KPK, Kamis (10/10/2019) ini hari.

Inilah Pengakuaan Eni Saragih Perihal Pertanyaan Dari KPK

Eni menjelaskan, penyidik kembali bertanya beberapa info yang pernah dia katakan awalnya, terhitung kesaksian dalam persidangan masalah PLTU-1 Riau. “Pertanyaan waktu lalu yang mungkin penyidik butuh kestabilan dari jawaban-jawaban saya, hanya itu. Jadi masih yang sama serta itu semua telah saya beri info di persidangan ,” kata Eni waktu keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kamis siang.

Eni akui diberi pertanyaan penyidik masalah sangkaan keterkaitan bekas Ketua Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng dalam masalah sangkaan suap terminasi kontrak Kesepakatan Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) di Kementerian ESDM. “Ditanyakan memang karenanya telah waktu lalu, telah ditanyakan serta telah jelas di persidangan saya waktu lalu,” kata Eni.

Ini hari, Eni dicheck penyidik KPK dalam masalah sangkaan suap terminasi kontrak (PKP2B) di Kementerian ESDM untuk terduga Samin Tan, pemilik PT Borneo Lumbung Daya serta Metal. Dalam masalah ini, Samin disangka memberi uang beberapa Rp 5 miliar pada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Uang itu disangka berkaitan terkait terminasi Kesepakatan Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Kesepakatan itu di antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) serta Kementerian Daya serta Sumber Daya Mineral (ESDM). PT AKT adalah anak perusahaan PT Borneo Lumbung Daya serta Metal yang dipunyai Samin.

Samin diduga melanggar Klausal 5 Ayat 1 huruf a atau Klausal 13 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 seperti dirubah dalam UU Nomer 20 Tahun 2001 mengenai Pembasmian Tindak Pidana Korupsi. Mengenai Eni sudah divonis enam tahun penjara serta diharuskan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan dalam masalah korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *