Kenapa Generasi Milenial Paling Sering Rasakan Kesepian

Kenapa Generasi Milenial Paling Sering Rasakan Kesepian

Berita Terbaru – Dalam survey paling baru yang dikerjakan oleh YouGov, tersingkap jika orang dewasa muda era ke-21 ialah generasi paling kesepian yang melebihi Generasi Baby Boomer (1940-1955) serta Generasi X (1955-1970). Laporan itu temukan, jika 30 % generasi Millenial senantiasa merasakan kesepian. Kurang lebih satu diantara lima generasi milenial menjelaskan mereka tidak punyai kawan, 27 % tidak punyai teman dekat, serta 30 % tidak punyai teman baik.

Kenapa Generasi Milenial Paling Sering Rasakan Kesepian

Jumlahnya ini secara relevan lebih besar dibanding dengan generasi lain yang ditelaah. Serta dengan timbulnya sosial media, perasaan ini semakin bertambah. Satu studi pada tahun 2018 dari University of Pennsylvania temukan, jalinan di antara waktu yang dihabiskan di sosial media serta kesejahteraan terlihat rendah antara beberapa orang berumur di antara 23 sampai 38 tahun.

Menurut Melissa Hunt, periset penting studi itu, memakai sosial media kurang dari satu umumnya memang tunjukkan penurunan yang relevan dalam perasaan stres serta kesepian. Selain itu, John Cacioppo pelajari kesepian sepanjang lebih dari 20 tahun serta ia menjelaskan, jika perasaan tersendiri dirasa seperti isolasi sosial atau ketidaksamaan di antara apa yang diharapkan dari hubungan sosial serta konsepsi satu orang mengenai jalinan itu.

“Efek internal seperti pemikiran serta perasaan yang dipacu oleh sosial media dapat jadi unsur yang dapat mengakibatkan rasa isolasi yang dirasa,” catat Lisa Firestone PhD, psikolog klinis serta Direktur Riset serta Pendidikan untuk Asosiasi Glendon dalam Psychology Today. Firestone mencatat, munculnya tehnologi sudah membuat tempat berkembang biak buat pertimbangan yang mengakibatkan kerusakan ini.

Walau orang mempunyai bagian kepribadian mereka yang ditempatkan pada arah, mereka mempunyai karakter anti-diri yang kejam. “Suara hati yang gawat” ialah apa yang akan dirujuk oleh ayah Firestone, Dr. Robert Firestone, yang mungkin dibuat oleh pengalaman hidup negatif di waktu dulu. Suara hati gawat beberapa orang membuat pola untuk menghindari mereka dari jalinan sosial serta membuat perasaan kesejahteraan yang rendah.

Cukup dengan melawan masukan batin serta tidak biarkan memperoleh yang paling baik dari kita, bisa jadi langkah yang efisien untuk menangani perasaan kesepian serta jadi lebih kuat. Diluar itu, Firestone menggerakkan orang untuk belajar bagaimana mengidentifikasi pertahanan mereka serta ambil beberapa langkah tersendiri untuk menangani lawan internal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *