Penyelahgunaan Sosial Media Harus Ditindak Tegas Oleh Pemerintah Menurut Sony Subrata

Penyelahgunaan Sosial Media Harus Ditindak Tegas Oleh Pemerintah Menurut Sony Subrata

Berita Terbaru – Pada tahun 2017 waktu lalu, Presiden Jokowi mengungkapkan kekhawatirannya, bila bahaya yang meneror kesatuan Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia (NKRI) ialah lewat serangan berita bohong atau hoax di sosial media. Serta apa yang di kuatirkan oleh bekas Walikota Solo ini dapat dibuktikan benar. Beberapa upload posting yang bersuara hoax serta provakatif jadi pemantik keonaran masyarakat Papua di Surabaya, Jawa Timur serta Jayapura, Papua. Menurut Sony Subrata sebagai ahli komunikasi, sosial media seperti Twitter Facebook Instagram belakangan ini sudah jadi fasilitas atau wadah buat warga Indonesia untuk mengekspresikan diri, sama-sama berkomunikasi, berhubungan dengan beberapa pemakai yang lain.

Penyelahgunaan Sosial Media Harus Ditindak Tegas Oleh Pemerintah Menurut Sony Subrata

“Sosial media itu seperti pisau tajam bermata dua. Hadirnya di Indonesia sudah mempersatukan banyak rekan yang terpisah, kumpulkan keluarga yang berbeda tempat serta mengenalkan rekan-rekan baru. Sosial media di Indonesia dapat dibuktikan mempersatukan cinta kita akan NKRI serta membuat kita makin menghayati pentingnya Bhinneka Tunggal Ika. Tapi, sosial media adalah senjata digital yang dipakai oleh beberapa faksi untuk mengadu domba negara dan bangsa kita,“ tutur Sony Subrata, Rabu (11/9/2019). Sony memberikan tambahan, apa yang berlangsung di Surabaya serta Papua beberapa hari waktu lalu adalah efek negatif dari penggunan sosial media yang tidak memiliki batasan tertenru.

“Masalah yang paling baru ialah kejadian rasial yang selanjutnya menyebabkan keonaran di Papua. Hasutan dikerjakan oleh beberapa faksi dari luar dan dalam negeri yang memakai sosial media. Hasutan ini dapat dibuktikan efisien serta pada akhirnya menyebabkan timbulnya korban cedera serta bahkan juga wafat, tidak hanya kerugian materi serta kehancuran fisik gedung di beberapa tempat,” lebih Sony. Karena keonaran yang berlangsung di Papua tempo hari, Pemerintah Pusat lewat Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kominfo) sudah membuat kebijaksanaan dengan batasi koneksi internet di sebagian besar daerah di Papua. Langkah ini diambil untuk meminamalisir efek lanjut berita hoax yang telah masuk di daerah Papua.

“Lihat skema pemakaian sosial media yang dipakai untuk membenturkan satu barisan warga dengan barisan lainnya dari dalam atau luar negeri, karena itu kejadian di Papua ini akan gampang diduplikasi oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Penetapan koneksi internet oleh Pemerintah sudah dipersepsikan dengan negatif di beberapa negara, walau sebenarnya maksudnya ialah untuk kurangi penebaran hoax serta berita bohong yang demikian masif disebarkan,” papar Sony. Untuk mengakhiri semua persoalan ini, Sony memandang, pemerintahan Jokowi butuh lebih tegas serta memiliki gagasan strategis untuk dapat mengerti skema komunikasi di sosial media yang dapat meneror kesatuan NKRI.

“Media sosial sekarang ialah senjata digital yang dapat dipakai oleh siapapun, baik yang di atau di luar negeri untuk meneror kesatuan NKRI. Karena itu, Pemerintah tetap perlu tegas, sekaligus juga lebih strategis dalam mengerti skema komunikasi di sosial media supaya bisa menghadapi atau menahan gejolak sosial yang dipacu dengan penebaran info serta disinformasi di ranah digital,” kata Sony. Dari semua persoalan di atas barusan, jadi ahli komunikasi, Sony Subrata sudah turut memberi dukungan analisa yang dikerjakan oleh Agus Sudibyo sebagai penulis buku “Jagat Digital: Pembebasan serta Perebutan”.

Di buku setebal 465 halaman ini, Agus Sudibyo menjelaskan hasil risetnya dari beberapa negara, lihat dimensi-dimensi “anti-demokrasi” kejadian digitalisasi yang sudah terburu menempel dengan terminologi demokratisasi. Menurut gagasan, buku hasil karya Agus Sudibyo yang diedarkan oleh Kepustakaan Popular Gramedia (KPG) ini akan dikeluarkan pada 17 September 2019 akan datang. Dalam buku ini, Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Rudiantara memberi kata sambutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *