Pantun Dari Ridwan Kamil Berikan Makna Ajakan Pembangunan Bersama Untuk Anggota DPRD Jabar Yang Baru

Pantun Dari Ridwan Kamil Berikan Makna Ajakan Pembangunan Bersama Untuk Anggota DPRD Jabar Yang Baru

Berita Terbaru – Gubernur Jawa Barat (Jawa barat), Ridwan Kamil ajak 120 anggota DPRD Propinsi Jawa barat periode 2019 – 2024 dipilih untuk bersama membuat Tanah Pasundan, yang dimulai melalui dua pantun yang disampaikan dalam sambutan. “Berjalan-jalan naik Fiat dengan kekasih. Beli mas kawin 24 karat. Selamat untuk wakil rakyat dipilih. Silahkan majukan bersama dengan Jawa Barat,” katanya. “Jika telah berjumpa jodohnya, jangan bingung selekasnya ajak kawin. Walaupun berbeda-beda asal partainya, Silahkan junjung Jawa barat juara lahir serta batin.”

Pantun Dari Ridwan Kamil Berikan Makna Ajakan Pembangunan Bersama Untuk Anggota DPRD Jabar Yang Baru

Itu pantun dari Ridwan dalam “Penyerahan Surat Ketetapan Calon Dipilih Anggota DPRD Propinsi Jawa barat Periode 2019 – 2024, di Kantor Komisi Penentuan Umum (KPU) Jawa barat, Kota Bandung, Jawa barat, Rabu (14/8/2019). “Jadi bapak serta ibu, acara persaingan telah usai. Silahkan kita berjabat tangan, silahkan kita konsentrasi menjadikan satu kebersamaan membuat Jawa Barat,” lebih Emil. Dia memberikan tambahan, Pemerintah Wilayah Propinsi (Pemdaprov) Jawa barat ingin jadikan propinsi jadi wilayah percontohan pembangunan yang berkepanjangan.

“Jadi yang baik-baik, yang prestatif dari Pak Aher (Ahmad Heryawan), gubernur sebelumnya, kami teruskan. Bahkan juga dalam penerimaan piala-piala (penghargaan) untuk Jawa Barat, saya tetap insya Allah adil, mengemukakan perkataan terima kasih pada gubernur serta wagub sebelumnya yang memang kerja keras,” kata Emil. “Jawa Barat harus menjadi contoh keberlanjutan, kesinambungan dari pembangunan,” tegasnya. Emil juga mengemukakan belasungkawa pada 173 petugas penyelenggaran pemilu di Jawa barat yang wafat. Menurut dia, hal tersebut mengisyaratkan mahalnya demokrasi di Indonesia. “Saya pribadi memberi dukungan jika Pileg serta Pemilihan presiden jika dapat jangan dikombinasi (realisasinya). Semoga serta saya dengar wacananya telah mengarah sana. Saya anggap semakin lebih memberikan keuntungan terutamanya dari kaca mata pileg,” sebut Emil.

“Saat ini ada menambahkan (bangku di DPRD Jawa barat). Ada 120 bangku, dari (awalnya) 100 jadi 120,” papar Rifqi. “Dari 120 yang dipilih ada 45 orang petahana atau muka lama, atau seputar 37 % anggota lama. Diluar itu ada 75 anggota DPRD yang baru atau seputar 63 % anggota baru,” tutur Rifqi. “Saat ini sebagian besar anggota DPRD Jawa Barat ialah muka baru, serta seputar 19 % anggota DPRD Jawa barat ialah wanita,” imbuhnya. Rifqi juga mengharap, beberapa anggota DPRD Jawa barat Dipilih 2019 – 2024 dapat membuat demokrasi di Jawa barat yang lebih baik. “Selamat pada calon dipilih untuk mengemban amanah serta jalankan pekerjaannya untuk lima tahun mendatang. Saya mengharap kita bisa membuat Pemilu Jawa Barat yang lebih baik ,” imbuhnya.

“Ketepatan data pemilih di Jawa Barat telah bertambah. Kita (Propinsi Jawa Barat) tidak terhitung sepuluh propinsi yang data pemilunya kurang valid,” sebut Rifqi. Sesaat berkaitan tingkat keterlibatan Pemilu di Jawa barat, kata Rifqi, berada di atas angka sasaran nasional. Tingkat keterlibatan baik Pemilihan presiden atau Pileg berada di angka 82 %. “Tingkat keterlibatan kira-kira 82 % baik pemilihan presiden atau pileg dari sasaran nasional 75 %,” katanya. “Seputar 27 juta dari 33 juta yang terdata jadi pemilih, yang tidak ada ke TPS seputar 7 juta. Dari 33 juta yang ada 27 juta, itu benar-benar mengagumkan itu, adalah (jumlahnya masyarakat) satu negara jika di benua Afrika atau Amerika itu,” sambungnya.

Ketua Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa barat, Wasikin Marzuki memandang, penerapan Pemilu di Jawa barat mempunyai kekhasan tertentu, seperti dari data pemilih, Jawa barat jadi propinsi dengan jumlahnya pemilih paling banyak. Pada Pemilu 2019, pemilih Jawa barat dengan jumlahnya kira-kira 33 juta orang sudah pilih dengan sekaligus juga presiden serta wapres, 91 anggota DPR RI, 120 anggota DPRD propinsi, 1.285 anggota DPRD kab./kota, serta 4 anggota DPD RI. Jumlahnya peserta pemilu sekitar 16 partai serta budget Pemilu dengan nasional seputar Rp 24,8 triliun. “Oleh karenanya, dalam proses menjaga Pemilu 2019 di Jawa Barat, kami lakukan banyak hal dalam menjaga Pemilu yang berkualitas, memiliki integritas, serta demokratis,” tutur Wasikin. “Kami bersama dengan KPU menjaga, mengonfirmasi, memvalidasi semua segi data pemilih yang berada di Jawa Barat. Meskipun proses panjang, tetapi sisi dari usaha untuk mendatangkan kualitas data pemilih yang tepat serta valid,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Jawa barat, Ineu Purwadewi Sundari menghargai penyelenggaraan Pemilu di Jawa barat yang lancar, damai, serta aman. “Kami menghargai pelaksaan pemilu yang lancar, damai, aman walapaun banyak teman dekat kita pelaksana Pemilu yang gugur dalam pekerjaannya,” sebut Ineu. “Kami sekarang sedang tingkatan persiapan dalam rencana pelantikan. Insya Allah akan diadakan di Gedung Merdeka Bandung,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *