PNS atau Aparatur Negara Dibolehkan Kerja Di Rumah ? Ini Penjelasannya

PNS atau Aparatur Negara Dibolehkan Kerja Di Rumah ? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru – Wacana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk meluluskan PNS kerja di dalam rumah untuk elastisitas kerja mengeparkan warga sebab citra PNS yang sampai kini menempel ialah kurang disiplin dan sering melanggar jam. Pengamat Kebijaksanaan Publik dari Kampus Trisakti Trubus Rahardiansyah menjelaskan, wawasan dari KemenPAN-RB sebetulnya baik jadi pengembangan untuk berkompetisi dengan negara lain. Tetapi menurut Trubus memerlukan pengawasan yang ketat mengingat citra PNS di Indonesia sampai kini diketahui kurang disiplin.

PNS atau Aparatur Negara Dibolehkan Kerja Di Rumah Ini Penjelasannya

“Kulturnya itu, harus tersangkut bagaimana ia disiplin manfaatkan waktu yang ada untuk tingkatkan kapasitasnya, yang paling fundamental juga ialah tentang kejelasan hukum dimana ia mendapatkan hak serta jalankan kewajibannya, yang paling penting ialah pengawasannya, bagaimana mengamatinya saat berada di rumah,” kata Trubus waktu dihubungi Wartawan, Jumat (9/8/2019). Trubus menanyakan bagaimana nanti penilaian atau pelajari untuk beberapa PNS bila kerja di dalam rumah tanpa yang mengamati.

“Apa cuma berdasar ukuran kapasitasnya itu hanya outputnya atau ada pada prosedurnya? Jika ia outputnya doang ya dapat, tetapi jika disaksikan prosedurnya ya itu yang susah,” tegasnya. Oleh karena itu, Trubus menyarankan terdapatnya team atau tubuh pengawas spesial yang memperhatikan kapasitas PNS bila kerja di dalam rumah.

“Bisa jadi KASN tapi KASN kan komisi, yang pasti pengawasnya harus betul-betul berdiri sendiri serta intens mengamati,” katanya. Ia memberikan tambahan, kebijaksanaan ini akan merubah isi dari Undang Undang Nomer 5 Tahun 2014 mengenai Perangkat Sipil Negara yang belum mengendalikan mengenai PNS kerja di dalam rumah.

Awalnya, Deputi Sumber Daya Manusia Perangkat KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan data Global Talenta Competitiveness Index di tahun 2018, Indonesia ada pada rangking 77 dari 119 negara. Score paling kecil yang didapatkan yaitu pada point global knowledge skills, khususnya perebutan IT.

Ia menjelaskan wawasan itu masih juga dalam proses perancangan serta belum didapati kapan supaya diaplikasikan. “Kelak bisa kerja dari rumah, tinggal ngatur ketentuannya seperti bagaimana,” kata Setiawan waktu Komunitas Merdeka Barat di Auditorium KemenPAN-RB, Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Lewat cara semacam itu, kata Setiawan PNS dapat mempunyai elastisitas kerja. Hal itu adalah satu diantara tanda birokrasi yang diputuskan faksinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *